
Bayu Maitra adalah jurnalis berdomisili Jakarta. Saat ini sibuk bekerja sebagai redaktur areamagz.com dan sesekali menyempatkan diri mengisi blog-nya, bayumaitra.net. Ia menghargai hidup dan mengutuk pembunuhan terhadap binatang. "Natural" dan "karma" adalah dua kata favoritnya. Ia pilih spiritual ketimbang religius. Lebih suka buku dibandingkan televisi. Musik adalah temannya di kala menyunting. Mengapa ia ada di Kompasiana? Anggap saja ia suka dengan ide "jurnalisme warga".
Dibaca: 172
Komentar: 3
1 dari 3 Kompasianer menilai Aktual
Kamis, 19 Agustus 2010, sekitar jam 21.30, Kuad sedang bebas tugas. Ia menghabiskan waktu luang di teras rumah makan Padang tempatnya bekerja. Lalu-lintas di jalan Pejompongan Raya, Jakarta Pusat masih ramai. Beberapa mobil dan motor parkir di bahu jalan. Ini pemandangan biasa di sekitar sana.
Rumah makan Bahagia Baru II sudah 15 tahun berdiri. Pemiliknya bernama Jefry, ia mewariskan usaha ayahnya. Rumah makan ini luasnya sekitar 50m2. Ia memiliki etalase yang memajang ragam sajian pada bagian depan, seperti rumah makan Padang kebanyakan. Bagian belakang dan lantai dua berfungsi sebagai rumah.
Kuad sedang melihat-lihat persediaan makanan dari luar etalase, ketika Nissan Gran Terrano yang sedang parkir di bahu jalan ditabrak dengan kencang dari belakang. Mobil itu mental, menghantam etalase tersebut hingga hancur. Kap mobil itu merangsek ke dalam rumah makan. Sepeda motor Honda milik Jefry yang diparkir di teras juga terpental hingga ke dalam. Saat itu, Jefry sedang berada di belakang restoran. Rudi, si pemilik Terrano, sedang bersantap di dalam. Yang menabrak adalah bis Kopaja. Kuad lihat, laju Kopaja itu sangat kencang. Ia juga menabrak Kijang Innova di depannya.
Rudi sontak beranjak. Masyarakat mulai berkerumun. Bagian depan mobil Rudi tak mengalami kerusakan berarti, hanya lecet di sana-sini. Namun, bagian belakang ringsek. Kacanya tinggal serpihan. Badan mobil penyok cukup dalam.
Kopaja tersebut tak bisa bergerak. Ia terhalang Kijang Innova yang ditabraknya. Para penumpang segera keluar bis. Di luar, warga sudah berdatangan dan mengelilingi bis. Mereka menjaga bis tersebut agar tidak kabur. Entah bagaimana, supir dan kernet berhasil melarikan diri.
Sekitar jam 22.00, Suwarso dari Polda Metro Jaya tiba di tempat kejadian. Ia bertugas di bagian kecelakaan. Maulani, polisi lalu-lintas, sibuk mengatur jalan. Suwarso menanyai warga sekitar mengenai kronologi kejadian, menggambar sketsanya, serta menanyai Jefry selaku pemilik rumah makan.
“Saya sudah mencatat nama dan nomor telepon kamu. Nanti, kalau yang punya (Kopaja) datang, saya akan hubungi kamu.”
Tak lama kemudian, dua mobil Derek tiba di tempat kejadian. Polisi hendak mengangkut Kopaja itu ke gedung Direktorat Lalu-Lintas Polda Metro Jaya, Pancoran. Rudi diminta ikut. Awalnya, warga sekitar enggan melepaskan Kopaja itu. Mereka takut proses pertanggungjawabannya akan menjadi rumit. Jefry sendiri bimbang.
Suwarso yang mendengar hal tersebut malah heran. Ia kembali menghampiri Jefry.
“Lha, ini bagaimana, sih? Tadi, kan, sudah saya jelaskan. Nanti kalau yang punya datang, akan kita hubungi.”
Jefry terdiam. Suwarso pun bercanda.
“Kalau maunya ditinggal di sini ya, sudah. Kalau mau dibakar juga silakan. Ini kan bukan mobil saya, ha-ha-ha”
Sebagian warga turut tertawa. Suasana mencair. Dari luar kerumunan, seseorang berbadan pendek gempal, berkain sarung dan mengenakan kopiah putih maju menghampiri Suwarso. Ia adalah Rabiono, ketua RW 06, kelurahan Bendungan Hilir. Kepalanya botak, janggutnya dibiarkan panjang sekepalan tangan.
“Jadi, bagaimana ceritanya ini, pak?”
“Begini, pak. Tadi saya sudah menjelaskan. Mobil ini kita amankan saja di kantor. Nama dan nomor teleponnya juga sudah dicatat. Nanti akan kita hubungi.”
“Bagaimana pertanggungjawabannya, pak?”
“Ya, sekarang kita kembalikan saja, pak. Yang punya mobil mana mau ambil di sini, ya, kan?”
“Betul, pak…”
“Ya, sudah. Ngga usah takut, pasti kita urus. Dia (Jefry) juga sudah saya kasih nomor saya. Bagian kecelakaan.”
Rabiono memastikan kepada Jefry, apa ia sudah mencatat nama dan nomor telepon dengan baik. Jefry mengangguk. Suwarso lantas memberi komando untuk bergerak, kembali ke kantor polisi. Ia juga meminta warga untuk membubarkan diri.
Jam 22.30, tempat kejadian perkara kembali sepi. Serpihan kaca mobil bertebaran di jalan. Para karyawan rumah makan pun mulai membersihkan teras dari pecahan piring, kaca, dan kayu-kayu yang patah. Tak ada korban jiwa dalam kecelakaan ini. Meski belum ada juga yang bertanggung jawab atas kejadian ini.
Catatan:
- Bis yang menabrak adalah Kopaja 608, bernomor polisi B 7840 EW.