Back to Kompasiana
Artikel

Metro

No Name

Mari kita semua berjuang melawan "pembodohan" dan "penindasan". Cukup tuangkan tulisan Anda ke Kompasiana berarti selengkapnya

Keterbukaan Ideologi Pancasila

REP | 04 August 2011 | 01:49 Dibaca: 3448   Komentar: 0   0

Ciri khas ideologi ialah bahwa nilai-nilai dan cita-citanya tidak dipaksakan dari luar, melainkan digali dan diambil dari kekayaan rohani, moral dan budaya masyarakatnya sendiri. Dasarnya dari konsensus masyarakat, tidak diciptakan oleh negara, melainkan ditemukan dalam masyarakat sendiri.

Ideologi terbuka adalah ideologi yang dapat berinteraksi dengan perkembangan zaman dan adanya dinamika secara internal. Sumber ideologi terbuka itu sebenarnya terdapat dalam Penjelasa

n Umum UUD 1945 yang menyatakan “…terutama bagi negara baru dan negara muda, lebih b

13123790281220959847

aik hukum dasar yang tertulis itu hanya memuat aturan pokok itu diserahkan kepada undang-undang yang lebih mudah cara membuatnya, mengubahnya dan mencabutnya”.

Selanjutnya dinyatakan, “…yang penting dalam pemrintahan dan dalam hidupnya bernegara ialaha semangat, semangat para penyelenggara negara, semangat para pemimpin pemerintahan”.

Faktor yang mendorong pemikiran mengenai keterbukaan ideologi Pancasila adalah :

1. Kenyataan dalam proses pembangunan nasional dan dinamika masyarakat yang berkembang secara cepat.

2. Kenyataan menunjukkan, bahwa hilangnya ideologi yang tertutup dan beku dikarenakan cenderung meredupkan perkembangan dirinya.

3. Tekad untuk memperkokoh kesadaran akan nilai-nilai dasar Pancasila yang bersifat abadi dan hasrat mengembangkan secara kreatif dan dinamis dalam rangka mencapai tujuan nasional.

Keterbukaan ideologi Pancasila terutama ditujukan dalam penerapannya yang berbentuk pola pikir yang dinamis dan konseptual dalam dunia modern memiliki tiga nilai, yaitu nilai dasar yang tidak berubah, nilai instrumental sebagai sarana mewujudkan nilai dasar yang dapat berubah sesuai keadaan dan nilai praktis berupa pelaksaan secara nyata yang sesungguhnya.

Fungsi Pancasila untuk memberikan orientasi ke depan telah menuntu bangsa Indonesia untuk menyadari situasi yang sedang dihadapinya. Kemajuan ilmu pengetahuan, kecanggihan teknologi, dan sarana komunikasi yang semakin modern membuat dunia semakin kecil dan menguatnya interpendensi di kalangan bangsa-bangsa di dunia. Bangsa Indonesia yang sedang sibuk membangun dan berupaya memecahkan masalah kemiskinan dan kesenjangan sosial, mau tidak mau harus terlibat dalam jaringan politik dunia yang semakin dipengaruhi oleh kekuatan-kekuatan ekonomi raksasa.

Globalisasi ekonomi jelas memberikan dampak yang cukup luas baik dalam bentuk ancaman kebergantungan yang mempersulit usaha bangsa menuju kemandirian, maupun dalam bentuk pemupukan modal dikalangan elit yang tidak sejalan dengan kebijaksanaan pemerataan kesejahetraan. Hal itu menunjukkan bahwa bangsa Indonesia dihadapkan pada tantangan, yaitu tantangan untuk meiliki cara hidup serta tingkat kehidupan yang wajar secara man

usiawi dan adil.

Dalam menjawab tantangan tersebut Pancasila harus tampil sebagai ideologi terbuka karena ketertutupan hanya membawa pada kemandegan. Keterbukaan bukan berarti mengubah nila-nilai Pancasila, melainkan mengeksplisitkan wawasannya secara lebih konkret sehingga memiliki kemamuan untuk memecahkan masalah-masalah baru.

Sekarang apakah Indonesia telah mengamalkan nila-nilai dan norma yang disampaikan Pancasila secara keseluruhan dan secara konkret ?

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Tertangkapnya Polisi Narkoba di Malaysia, …

Febrialdi | | 01 September 2014 | 06:37

Menjelajahi Museum di Malam Hari …

Teberatu | | 01 September 2014 | 07:57

Memahami Etnografi sebagai Modal Jadi Anak …

Pebriano Bagindo | | 01 September 2014 | 06:19

Kompas TV Ramaikan Persaingan Siaran Sepak …

Choirul Huda | | 01 September 2014 | 05:50

Ikuti Blog Competition Sun Life dan Raih …

Kompasiana | | 30 August 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

BBM Bersubsidi, Menyakiti Rakyat, Jujurkah …

Yunas Windra | 5 jam lalu

Rekayasa Acara Televisi, Demi Apa? …

Agung Han | 6 jam lalu

Bayern Munich Akan Disomasi Jokowi? …

Daniel Setiawan | 7 jam lalu

Kisah Ekslusive Tentang Soe Hok Gie …

Tjiptadinata Effend... | 9 jam lalu

Antara Mega dan Kwik (Siapa yang Memperdayai …

Mister Hadi | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

Belajar Tertib Anak-anak Jepang di Taman …

Weedy Koshino | 7 jam lalu

9 Kompasianer Bicara Pramuka …

Kompasiana | 8 jam lalu

Dilarang Parkir Kecuali Petugas …

Teberatu | 8 jam lalu

Ini Kata Rieke Dyah Pitaloka …

Uci Junaedi | 8 jam lalu

‘Royal Delft Blue’ : Keramik …

Christie Damayanti | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: