
Dibaca: 894
Komentar: 12
1 dari 1 Kompasianer menilai aktual
tukang jahit keliling di jakarta..hujan hujan masih juga keliling, foto andika
Selain susah mencari bahan untuk celana panjang, ” seluar panjang” kata orang malaysia tukang jahitnya-pun memang rada susah juga dicari di Kuala Lumpur.
Ketika mengantar tamu dari Jakarta ke banyak tempat seperti di Bukit Bintang, di Kota Damansara bahkan di pusat jualan barang barang borongan ( grosir ) semacam Pasar Tanah Abang-nya malaysia di Nilai, jarang orang berjualan kain bahan untuk celana lelaki.
Berlimpah limpah kain di jual tetapi hampir semuanya kain itu bercorak batik khas malaysia yang aduhai menyala nyala dan kembang kempis, eh salah kembang kembang itu.
Sekali waktu ada aturan baru dari kepala sekolah dimana anak saya bersekolah di Kuala Lumpur, maklum mungkin karena kepala sekolahnya baru di ” Sekolah Indonesia Kuala Lumpur “, kemudian kepala sekolah itu mengumumkan pakaian seragam sekolah seluar panjang es ema warna abu bau itu tidak boleh sempit harus lebar ( cutbray ajja sekalian kalee, hehe ) padahal seragam anak itu sudah dibeli ibunya seperti apa adanya di pasar Pondok Gede Jakarta, mana lagi anak ini sejak kelas satu esde pakaiannya untuk kelas 6 esde yang bisa dipakai untuk dia yang baru masuk esde karena gemuk, selanjutnya begitu sampai se ema, kan buat repot.
Mama anak itu ribut cari penjahit untuk bongkar celana di lebarin, mau beli lagi harus ke Jakarta padahal kata anak celana itu harus segara dirubah, yok oppo to. Cari bahan susah di Kuala Lumpur, entah dapat dari mana kain untuk seragam abu abu es ema itu kemudian istri mendapatkannya, sekarang cari penjahit atau tukang jahit, ternyata susah, sudah keliling keliling sama saja sepeti cari warung soto, jika pun ada tukang jahit di KL banyak tutupnya.
Sudah datang dua tiga kali ke tempat tukang jahit ( yang juga mungki orang Indonesia ) sore hari di kampung pandan tidak jauh dari rumah, banyak tutupnya. Cari tempat lain, sama.
Ke penjahit saja ” taylor ” di mal mal, jangan di tanya ongkos jahitnya 150 sd 200 ringgit kalau saya menjahit di taylor, kalikan saja satu ringgitnya sama dengan 3000 rupiah, Mahal bangetkan.
Sama dengan di Jakarta ongoks jahit di KL kitaran 150 sd 200 ringgit ( di jakarta 150 sd 200 ribu rupiah ) untuk menjahitkan satu celana. Jika di Tukang Jahit masih bisa 60 ringgit dan mossok anak sekolah mau dijahitkan di penjahit “taylor” nanti celananya rapi menjadi persoalan lagi, hehe
Jika kita jalan jalan di kota Bangkok, akan menemukan banyak sekali yang jualan bahan celana, kira kira sama dengan di Jakarta, dimana mana ada dan banyak jualan bahan celana, bahkan bisa sekaligus dengan minta di jahitkan atau ditawai jahitkan sekalian. Di Kuala Lumpur mana ada ( mungkin saya enggak tahu dimana di jual ) bahan celana pria.
Datang saja ke Pasar Baru atau Blok M Jakarta, bahan jualan bahan celana pria dan penjahitnya banyak sekali, tinggal pilih pilh, juga di mana mana di Jakarta banyak tukang jahit, murah lagi cuma seratus ribu rupiah, bahkan bisa lebih murah.
Beli saja celana-nya kenapa pak. Benar di Kuala Lumpur maupun di Jakarta kita beli celana pria yang sudah jadi bisa 100 ribu rupiah dan di Kuala Lumpur bisa 100 ringgit kan lebih berjimat ( hemat daripada menjahit ), bisa lebih murah.
Nah sekarang semakin beragam saja di Jakarta, banyak orang berjualan keliling menawarkan dagangan atau ke ahliannya, ada tukang sayur keliling, ada tukang roti kelilingm, ada tukang perabotan keliling dan banyak lagi.
Dua hari lalu ada suara liwat depan rumah, jedar jedor jedar jedor, saya keluar ada apa?, ternyata suara ember ember, tukang jualan ember keliling selain berteriak ember ember dia masih juga mengadu adukan ember jualannya supaya berbunyi, hehe.
Mau ngelas pagar karena ada yang patah, tunggu saja nanti ada tukang las lewat. Beberapa hari ini saya sering jumpa tukang jahit keliling, seperti kemarin sore ketika pulang kerja, penjahit keliling hujan hujan masih beredar juga dekat rumah, seperti tampak dalam foto tulisan ini. Cari uang ternyata susah, untungnya orang Indonesia itu kreatif dan jemput bola gigihnya bukan main.
Salam sukse suntuk semua