Back to Kompasiana
Artikel

Metro

Irma Rahmawati

SMK Prudent School

Reaksi Masyarakat Terhadap Kenaikan BBM

REP | 23 March 2012 | 02:03 Dibaca: 2919   Komentar: 13   2

Reaksi Masyarakat Terhadap Kenaikan Harga BBM

Kenaikan harga BBM secara mendadak tanpa alasan yang jelas adalah suatu beban untuk para buruh dan rakyat-rakyat miskin di bawah, juga akan melemahkan perekonomian warga indonesia
Karena jika harga BBM naik, secara otomatis semua harga bahan pokok dan tarif angkutan umum pasti akan naik
padahal masih banyak rakyat miskin di indonesia terutama di jakarta yang masih hidup serba kekurangan
Kenaikan harga BBM (Bahan Bakar Minyak) akan dinaikkan mulai 01 April 2012.Keputusan pemerintah untuk menaikkan harga BBM bersubsidi dari yang semula harganya Rp4500 per liter menjadi Rp6000 per liternya dan masalah ini menuai banyak protes dari banyak pihak. Kondisi masyarakat yang selama ini jauh dari nilai sejahtera bukannya sedikit tertolong dengan kinerja pemerintah malah semakin merasa terjepit dengan keputusan dinaikkannya harga BBM.

Warga dengan kadar ekonomi yang serba pas-pasan selama ini sudah sangat terbebani dengan harga bahan bakar minyak yang mencapai Rp4500 per liternya, sangat disayangkan bukannya ada penurunan harga yang terjadi justru kenaikan yang jauh dari kemampuan masyarakat. Kabar akan dinaikkannya harga BBM membuat masyarakat bawah merasa sangat cemas. Bagaimana tidak, untuk mencukupi kebutuhan pangan mereka sehari-hari saja mereka sudah kebingungan apalagi ditambah dengan naiknya harga bahan bakar minyak.

Rakyat di negeri ini sepertinya memang tidak akan pernah lagi bisa bernafas lega. Kebijakan pembatasan BBM bersubsidi tidak bisa ditawar lagi. Satu April nanti pemerintah sudah akan ketok palu untuk menaikan harga BBM. Kenaikan harga BBM secara mendadak tanpa alasan yang jelas adalah suatu beban untuk para buruh dan rakyat-rakyat miskin dibawah kitaPemerintah seolah menjadi pahlawan penyelamat anggaran agar tidak defisit. Tetapi mereka tidak melihat, hal ini justru akan membuat beban hidup rakyat ke depan semakin berat. Untuk mengukuhkan posisinya, pemerintah pun mengajukan berbagai alasan yang dirasionalisasikan agar masyarakat sepakat dengan kebijakan pemerintah.

Pemerintah memutuskan untuk menaikkan harga bahan bakar bersubsidi dengan alasan naiknya harga minyak dunia. Naiknya harga minyak dunia dijadikan sebagai alasan mengapa harga BBM bersubsidi dalam Negeri ikut dinaikkan. Jika dilihat dari satu sisi, mungkin keputusan pemerintah untuk menaikkan harga BBM memang tepat. Tapi, seharusnya pemerintah juga memperhatikan kondisi masyarakat kecil. Mungkin pemerintah belum juga menyadari bahwa Indonesia ini adalah diantara Negara termiskin dengan puluhan juta rakyatnya yang tidak memiliki pekerjaan. Mestinya pemerintah lebih bersikap realistis dan prihatin terhadap kondisi warganya. Pemerintah harusnya bisa mengambil sikap yang lebih tepat dan mempertimbangkan banyak hal.


Demonstrasi menolak kenaikan harga BBM
Terjadi dimana-mana. Mahasiswa yang merasa terpanggil untuk menyuarakan aspirasi dan hak-hak rakyat kecil terus berupaya melakukan aksi protes dinaikkannya harga BBM. Ternyata mahasiswa jauh lebih mengerti kondisi masyarakat daripada dewan perwakilan rakyat (DPR) yang seharusnya menjadi pengurus dan pensejahtera rakyat.

Solusi Kenaikan Harga BBM
BBM merupakan suatu kebutuhan pokok dalam hidup manusia. Bayangkan saja kalau harga BBM benar-benar di naikan?? Maka harga bahan atau barang yang lain akan ikut naik, dan yang paling merasakan dampak terjadinya kenaikan harga BBM adalah masyarakat kecil. Pemerintah berdalih bahwa dengan menaikan harga BBM, maka subsidi yang mereka keluarkan akan tepat sasaran kepada masyarakat kecil. Padahal menurut saya dengan menaikan  harga BBM maka akan semakin bertambahnya angka kemiskinan di negara indonesia ini .
Saya sendiri mempunyai pendapat sendiri bagaimana caranya agar harga BBM di negara ini tetap stabil alias tidak naik. Untuk itu, solusi untuk menghindari kenaikan  harga BBM menurut saya sebagai berikut :

1. Bagi masyarakat yang mampu, sebisa mungkin untuk menggunakan BBM yang tidak di subsidi, seperti pertamax
2. Dalam suatu keluarga hanya di perkenankan mempunyai satu atau dua buah kendaraan saja dan tidak lebih .
Demikianlah sedikit pendapat saya tentang solusi kenaikan harga BBM. Semoga pendapat saya bermanfaat, dan semoga pemerintah tidak jadi untuk menaiki harga BBM

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Petrus Lengkong, Seniman Dayak, Pensiunan …

Emanuel Dapa Loka | | 20 September 2014 | 08:56

Menilik Kasus Eddies Adelia, Istri Memang …

Sahroha Lumbanraja | | 20 September 2014 | 11:51

Puluhan Kompasianer Tanggapi Ulah Florence …

Kompasiana | | 20 September 2014 | 10:24

Wow… Peringkat FIFA Indonesia Melorot Lagi …

Hery | | 20 September 2014 | 09:35

Beli Bahan Bakar Berhadiah Jalan-jalan ke …

Advertorial | | 20 September 2014 | 07:12


TRENDING ARTICLES

Jokowi Pernah Disumbang Tahir, Kenapa TNI …

Aqila Muhammad | 6 jam lalu

Heboh!Foto Bugil Siswi SMP Di Jakarta …

Adi Supriadi | 8 jam lalu

Kisah Perkawinan Malaikat dan Syaiton …

Sri Mulyono | 9 jam lalu

Beda Kondisi Psikologis Pemilih Jokowi …

Rahmad Agus Koto | 9 jam lalu

Hanya di Indonesia: 100 x USD 1 Tidak Sama …

Mas Wahyu | 9 jam lalu


HIGHLIGHT

Andromax C2 Si Tangguh Untuk Gaming …

Fajar Sahputra | 7 jam lalu

Menyiarkan Anak Kecil Menangis, Sudah Biasa! …

Laras Azmil Abida | 7 jam lalu

Fitnah Keji Jonru-PKS-RMOL-Republika …

Galaxi2014 | 7 jam lalu

Politik Lovers Vs Haters …

Piye Tho | 7 jam lalu

Kapal Selam Unik Untuk Traveling …

Andi Firmansyah | 7 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: