Back to Kompasiana
Artikel

Metro

Wahyudi Ferry

saia cuma tukang servis yang belajar menulis... http://wahyudiferry.blogspot.com/ PIN BB : 27C0571F

mobil pake premium, motor pake pertamax

REP | 13 April 2012 | 23:34 Dibaca: 372   Komentar: 0   0

13342887541680975642

mobil isi premium motor isi pertamax

1334288831134248745

sepertinya program pemerintah dengan menganjurkan mobil isi pertamax dan motor tetap menggunakan premium. tidak berjalan sebagaimana mestinya malah yang terjadi adalah sebaliknya seperti yang terlihat mobil diisi premium sedangkan motor diisi pertamax. wah kayanya dunia sekarng selalu dibalik, yang dianjurkan tidak ditaati.

ya tidak ada yang salah disini, setiap warga negara bebas memilih, toh disini juga tidak ada undang undang nya siapa yang boleh dan tak boleh. yang jelas disparitas harga premium dengan pertamax menjadikan orang akan lebih memilih premium ketimbang pertamax. semenjak pertamax.

yang memakai mobil adalah kalanagan menengah keatas ya harga mobil medium seharga 200 juta lebih seperti gambar adalah ya paling tidak dia adalah pengusaha, dan para pejabat. kalau rakyat jelata mah paling bisa ya beli motor itupun harus kredit selama 3 tahun.

tapi menganjurkn pengendara motor memakai pertamax lebih mudah dari pada pengendara mobil. hampir duajam  saya iseng di spbu ini tidak ada mobil yang isi pertamax.

sebenarnya dari pada susah untuk menaikan harga premium, mengapa harga pertamax saja yang disubsidi sekian rupiah sehingga pengendara mobil beralih ke pertamax.  dengan sisitem ini diharapakan semua kendaraan pribadi memakai pertamax yang disubsidi juga walaupun sedikit, atau dengan nama pertamax min tp nilai oktanya dikurangi menjadi 91 .  dan harganya disubsidi. kalau harga jual antara 6000 sampai 7000 rupiah saya kira masayarakat tidak kebaratan untuk membelinya,

1334289056438325712

sedangkan premium hanya di berlakukan untuk angkutan umum plat kuning, dengan sistem pembelian kuota perhari. dimana setiap mobil angkutan umum dalam kota diberi premium atau solar berpa liter sehari misal 40 liter perhari bila dia membali lebih dr 40 liter perhaari maka harus membeli pertamax min

pembuatan smart card untuk subsidi ini, tidaklah terlampau sulit hanya perlu chip seperti atm, seperti kita beli kartu diarena bermain sesudah dipakai akan terpotong dengan sendirinya kuota tersebut. dan setiap spbu di berukan alat recordnya. selain untuk kartu subsidi kartu ini bisa digunakan sebagai id angkutan umum. sehingga  pihak dishub semakin mudah untuk mengontrol taksi gelap yang sekarang ini marak.

harus ada solusi, bukan tarik ulur dipemerintah dan dpr yang tidak pernah selesei. istilahnya ada subsidi 1 dan ada subsidi 2, kita butuh pendanaan buat insfrasrtutur seperti jalan jembatan dan sekolah sekolah yang rusak. bila dana subsidi ini bisa untuk membangun bebarapa jembatan atau beberapa jalan, kan dampak luasnya ke masyarakat.

walaupun saya pakai motor, saya siap untuk beralih ke angkutan umum bila angkutan umum bisa cepat seperti di singapura, yang transportasi publiknya bagus.

terimaksih semoga bermanfaat

salam kompasiana.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Beginilah, Bila Sesama Tunanetra Saling …

Gapey Sandy | | 23 May 2015 | 07:51

Kisah Penghapusan Skripsi di Perguruan …

Muhammad Armand | | 23 May 2015 | 07:07

Kompasiana Seminar Nasional: Harapan serta …

Kompasiana | | 18 May 2015 | 15:58

Keyboard Komputer yang Kita Pakai …

Herman R. Soetisna | | 23 May 2015 | 05:55

Blog Competition: Kotaku Kota Cerdas! …

Kompasiana | | 27 April 2015 | 01:52


TRENDING ARTICLES

Favorit Bule, PSK Eksotis Indonesia dibayar …

Riana Dewie | 4 jam lalu

Dihantui Rasa Bersalah ,Tehnisi QZ8501 Bunuh …

Tjiptadinata Effend... | 5 jam lalu

Deadline FIFA Seminggu Lagi, PSSI justru …

Achmad Suwefi | 5 jam lalu

Belajar dari Jokowi memilih 9 Wanita …

Imam Kodri | 6 jam lalu

Jokowi Merekrut Orang Gila Agar Bisa Tetap …

Ahmad Maulana S | 9 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: