Back to Kompasiana
Artikel

Metro

Ferry Silitonga

My life = psychology + movies + musics

Hati-hati Penipuan Berkedok Lowongan Pekerjaan

REP | 16 February 2013 | 22:05 Dibaca: 5252   Komentar: 30   2

Kejadian ini baru saja menimpa abang kandung saya yang melamar pekerjaan ke PT Pertamina (persero). Total kerugian memang hanya Rp. 750.000,- tetapi ini perlu dijadikan sebagai pengalaman kepada siapa pun untuk lebih berhati-hati dikemudian hari.

Awal kejadiaanya seperti ini. Tanggal 11 Februari 2013, tulang saya (paman) mendapat SMS dari seseorang yang isinya demikian “Lowongan krja PT. PERTAMINA PERSERO mnerima karyawan(i) u/k Lulusan D1, s1&s2 Mail, photo 4×6, Tlp ke;E-mail pertaminapersero22@yahoo.com.” Tulang saya merupakan kepala hakim di Solo Jawa Tengah tidak curiga dengan SMS tersebut, walaupun tidak terdaftar di dalam kontak, karena  menyangka bahwa SMS itu merupakan info dari rekan kerjanya.

Kemudian SMS ini di-forward tulang saya kepada abang, ayah, dan beberapa anggota keluarga saya yang lain. Abang saya pada hari itu juga langsung mengirimkan berkas lamarannya ke alamat pertaminapersero22@yahoo.com. Hasilnya sungguh cepat, hari Selasa 12 Februari sekitar jam 19.00 WIB abang saya menerima balasan dari email tersebut yang isinya panggilan untuk tes wawancara di PT Pertamina Persero dengan alamat MENARA STANDARD CHARTERED Jl. Merdeka Timur 1A Jakarta Pusat dan tes tersebut akan diadakan pada hari Sabtu 16 Februari 2013.

Hari Sabtu atau hari ini, 16 Februari 2013 abang saya berangkat ke Jakarta dari Bandung ke alamat yang tertera dalam surat panggilan tersebut. Sesampainya di alamat tersebut (alamat itu memang benar alamat milik PT Pertamina) abang saya bertanya kepada satpam untuk lokasi tesnya, tetapi satpam Pertamina tersebut mengatakan bahwa tidak ada tes seleksi diadakan hari ini.

Akhirnya abang saya menelepon contact person yang ada di surat panggilan tersebut yaitu Ir. Dirwansyah, SE dengan nomor 08232272279. Ketika dihubungi,pelaku penipuan ini menjelaskan bahwa ada masalah seleksi dan diminta untuk mentransfer uang sebesar Rp. 750.000,- untuk keperluan administrasi dan akan dikembalikan nanti ketika tes berlangsung.

Tanpa merasa curiga abang saya mengirim uang tersebut nomor rekening yang diberikan oleh Ir. Dirwansyah, SE tersebut yaitu rekening BRI dengan nomor 354401002072503 a.n FERY PRATAMA. Tak beberapa kemudian abang saya ditelepon lagi dan diminta untuk mengirim Rp. 1.000.000,- untuk keperluan membuka nomor aktivasi pelamar dan alasan-alasan lainnya. Dari sinilah abang saya merasa curiga dan menghubungi saya (saya berada di Bandung) untuk mencari no kontak yang bisa dihubungi ke situs resmi PT Pertamina.

Setelah saya kirim, abang saya kemudian menelepon nomor kontak resmi Pertamina tersebut dan mendapat informasi memang benar PT Pertamina sedang membuka lowongan kerja tetapi belum ada yang dipanggil sampai tanggal 28Februari 2013 mendatang. Mengetahui telah ditipu, abang saya langsung pulang ke Bandung dan melapor ke polisi.

Memang jumlah tersebut belum seberapa tetapi ini menjadi pelajaran penting buat kita semua untuk senantiasa waspada karena modus penipuan saat ini yang sudah sangat beragam bahkan sangat mudah kita temui sehari-hari. Dan para penipu tersebut dipastikan tidak orang bodoh, mereka tahu pasti kapan, dimana, dan bagimana menggunkan celah-celah untuk memuluskan rencananya.

Saran kepada teman-teman yang mungkin sedang mengirim lamaran ke banyak tempat terutama perusahan-perusahan besar seperti Pertamina, Freeport atau BUMN-BUMN besar seperti PLN, Telkom, atau bank-bank besar untuk senantiasa tetap kritis dengan selalu memeriksa kebenarannya.

Caranya sangat mudah, sekarang hampir semua telah memiliki situs resmi, jangan enggan atau malas untuk mengunjungi situs-situs tersebut, sekalin belajar tentang profile perusahaan biasanya akan selalu ada contact yang bisa kita hubungi. Jika kit mamang tidak yakin dengan surat panggilan yang kita terima, jangan takut untuk bertanya, karena jika itu memang penipuan kita juga yang pada akhirnya rugi.

Jika panggilan yang kita terima melalui email, dapat dengan mudah diidentifikasi. Berdasarkan analisa saya, di bawah ini akan kita lihat perbedaanya.

13610258662059565932

Sumber: Perhatikan datail-detailnya

Email di atas merupakan email yang saya terima dari PT. Yamaha Motor Parts Manufacturing Indonesia. Perhatikan detailnya, mulai dari salam pembuka, tujuan, dan di bagian akhir kita temukan contact person. Dan jikalaupu adaattachment akan kita temukan di bagian paling bawah email tersebut.

1361025999357637552

Sumber: Attachment di bagian paling bawah

Bandingkan dengan email yang abang saya terima. Bagian atas merupakan surat lamarang yang dikirimkan oleh abang saya dan lihat balasannya hanya attachmentyang berada di paling bawah, tanpa ada salam, pemberitahuan, dan detail-detail lainnya yang kita temukan seperti di email pertama tadi. Jika seperti ini, perlu dicurigai.

13610261351188094124

Sumber: Hanya attachment

Penipu tersebut memang perlu dicungi jempol. Isi attachment memang cukup meyakinkan. Isi attachment tersebut seperti di bawah ini.

1361026272376696660

Sumber: Isi attachment

1361026347157992124

Sumber: Isi attachment

Demikian pangalaman saya ini. Semoga bisa menjadi bahan pelajaran bagi kita semua untuk senantiasa selalu berhati-hati.

13605732951044804825

Tags: penipuan

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Johannes Karundeng Mengajari Kami Mencintai …

Nanang Diyanto | | 21 September 2014 | 15:45

Kompasianers Jadi Cantik, Siapa Takut? …

Maria Margaretha | | 21 September 2014 | 16:51

Kaizen dan Abad Indonesia …

Indra Sastrawat | | 21 September 2014 | 15:38

Kucing Oh Kucing …

Malatris | | 21 September 2014 | 16:00

[Daftar Online] Nobar Film “Tabula …

Kompasiana | | 21 September 2014 | 10:33


TRENDING ARTICLES

Logika aneh PKS soal FPI dan Ahok …

Maijen Nurisitara | 9 jam lalu

Usai Sikat Malaysia, Kali ini Giliran Timor …

Achmad Suwefi | 13 jam lalu

Warga Menolak Mantan Napi Korupsi Menjadi …

Opa Jappy | 13 jam lalu

Warisan Dapat Jadi Berkah untuk …

Tjiptadinata Effend... | 13 jam lalu

Jokowi Tak Pernah Janji Rampingkan Kabinet …

Felix | 17 jam lalu


HIGHLIGHT

Sebuah Persembahan untukmu Gus…. …

Puji Anto | 10 jam lalu

Omne Trium Perfectum dan Tri-PAR …

Sam Arnold | 10 jam lalu

Saat R-25 Menjawab Hasrat Pria …

Zulfikar Akbar | 10 jam lalu

2 Tahun di Kompasiana Membukukan Sejumlah …

Thamrin Sonata | 10 jam lalu

Sombong Kali Kau …

Ian Ninda | 11 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: