Back to Kompasiana
Artikel

Metro

Abu Albani

ABU ALBANI adalah aktifis dibidang dakwah dan terapis dibidang holistik http://www.abualbanicentre.com/ Email: albaniabu@gmail.com selengkapnya

Mengejutkan! 70% Pasien Skizofrenia Disebabkan Oleh Narkotika

REP | 12 April 2013 | 11:49 Dibaca: 854   Komentar: 0   0

1365741745814299397

Beberapa tahun belakangan,  klinik kami banyak kedatangan pasien atau  keluarga pasien yang mengeluhkan permasalahan yang berkaitan dengan gangguan kejiwaan atau skizofrenia, yang ternyata terjadi peningkatan signifikan ditiap tahunya, secara umum kami telah melakukan penelitian berdasarkan  data klinik kami dan realitas yang terjadi dikalangan masyarakat ( data tersebut merupakan data hasil penelitian intern, jadi belum bisa dijadikan data valid Nasional)

Adapun sample data yang kami kumpulkan pada rentang tahun 2000 – 2013  yaitu sebagai berikut :
1. Pasien Gangguan kejiwaan/Skizofrenia 70%-nya disebabkan oleh penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika & zat adiktif lain ( NAPZA).

2.  Rentang Usia Pasien berdasar data rata-rata terbanyak yaitu berkisar 10 -40 tahun.

3. Ada lonjakan peningkatan hingga 100% pasien yang mengalami gangguan kejiwaan/skizofrenia.

4. Berdasarkan jenis kelamin pasien yang mengalami gangguan ini pada kasus penyalahan narkotika  adalah laki-laki 60% dan perempuan 40%.

Akibat era globalisasi dan perdagangan bebas yang tidak terkontrol , maka kondisi demikian menyebabkan masyarakat sangat rentan terhadap stress, anisietas, konflik, ketergantungan terhadap NAPZA (Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya), perilaku seksual yang menyimpang, yang dapat digolongkan sebagai masalah psikososial. Transformasi dari masyarakat agraris ke masyarakat industri, transformasi demografik dari penduduk usia muda ke usia lanjut disertai proses urbanisasi yang intensif, mendorong terjadinya transisi epidemiologic dan masalah psikososial berpotensi menjadi gangguan jiwa.

Pada dasarnya para pengguna obat-obatan terlarang tidak menyadari akan bahayanya, mereka hanya melihat dari sisi kebutuhan sesaat untuk sekedar relaksasi/ menenangkan diri dari sebuah masalah yang dihadapi, tetapi tidak menyadari bahwa dengan menggunakan narkotika mereka akan terjerumus pada masalah yang lebih besar yang efeknya dirasakan seumur hidup yaitu kerusakan syaraf otak yang dapat menyebabkan gangguan kejiwaan atau skizofrenia.

Ciri-ciri umum skizofrenia :

1.  Suka berhalusinasi baik secara visual maupun pendengaran ( sering mendengar bisikan-bisikan yang seolah-olah memerintahkan sesuatu) atau proyeksi ingatan masa lalu.

2. Bertingkah laku abnormal dan berdasarkan insting semata( kehilangan akal atau logika).

3.  Delusi adalah keyakinan bahwa seseorang seolah-olah mengalami sesuatu ( alam khayal)

4.  Tidak mampu berkomunikasi dengan baik,kehilangan fokus, lebih suka menyendiri dan tidak dapat dikontrol .

Di Dunia Medis pasien yang memiliki gangguan kejiwaaan/Skizofrenia  akan diberikan obat penenang atau antipsikotik, obat ini berfungsi untuk untuk menenangkan penderita pada keadaan pikiran gelisah atau kacau, dengan efek relaksasi dan mengantuk.  Umumnya pasien Skizofrenia akan menggunakan obat penenang ini dalam jangka panjang bahkan ada yang seumur hidup.

Rehabilitasi untuk pasien skizoprenia dengan metode holistik.

1. Ruqyah atau Qur’an Healing atau islamic exorcist adalah metode terapi dibacakan         Ayat suci Al Qur’an yang berfungsi stimulasi otak secara simultan, secara medis dapat dibuktikan bahwa Ruqyah dapat merangsang jaringan syaraf dan aliran darah diseluruh tubuh hingga ke otak dan juga dengan Izin Allah keberkahan Qur’an, mukjizat itu akan datang.

2. Bekam atau hijamah-atau cupping blood berfungsi mengeluarkan toksin dalam darah, mencegah penggumpalan darah, memperbaiki organ tubuh.Bekam pada titik kepala dapat memperbaiki fungsi jaringan syaraf otak.

3. Terapi Sholat/Ibadah Khusyu, berfungsi menstabilkan emosi, fokus dan ketenangan serta kedekatan pada Tuhan.

4. Totok Syaraf bermanfaat untuk memeperbaiki sirkuasi darah dan memastikakan jaringan sayaf tubuh bekerja maksimal.

5. Akupunktur sebagai Stimulasi Otak dan perbaikan fungsi organ tubuh.

6. Herbalogi adalah terapi herbal berstandar .

7. Hipno terapi dengan mengekplorasi alam bawah sadar dan memberikan sugesti positif  memperbaikan kelainan psikologis.

8. Rehabilitasi Psikologis dengan metode terapi pendekatan persuasif - kognitif, memperbaiki mental, memperbaiki perilaku dengan kedisiplinan mengenalkan kembali hak dan tanggung jawab, sehingga terapi ini mampu membentuk dan stimulasi perilaku normal.

9. Pada kondisi tertentu perlu pendampingan medis dari dokter.

Metode pendampingan dan pelepasan Pasien pada ketergantungan obat psikotik.

Selama dalam proses rehabilitasi pasien yang mengkonsumsi obat psikotik seperti : luften, Haloperidol, clozapine, Risperidon, trihexyphenidyl dan sejenisnya akan didampingi dengan obat herbal dan perlahan-perlahan /secara bertahap dengan observasi yang ketat, obat antipsikotik tersebut dikurangi  hingga pasien tersebut mampu untuk melepaskan ketergantungan pada obat medis tersebut.

Pasien baru dapat dinyatakan sembuh apabila pasien tersebut telah berhasil lepas dari obat medis maupun herbal dengan masa observasi hingga 2 (dua) tahun dan rutin kontrol tiap bulannya.

Sumber artikel :http://klinikruqyahsariyah.indonetwork.co.id/3990130/terapi-skizofrenia.htm

sumber foto : josephinewidya.wordpress.com

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Sepotong Senja di Masjid Suleeyman yang …

Rumahkayu | | 19 April 2014 | 10:05

Pengakuan Mantan Murid JIS: Beberapa Guru …

Ilyani Sudardjat | | 19 April 2014 | 20:37

Kompas adalah Penunjuk Arah, Bukan Komando …

Dita Widodo | | 19 April 2014 | 21:41

Kakak-Adik Sering Bertengkar, Bagaimana …

Lasmita | | 19 April 2014 | 22:46

Kompasianer Mengawal Pemilu 2014 …

Kompasiana | | 09 April 2014 | 04:17


Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: