Back to Kompasiana
Artikel

Metro

Kegagalan UN dan Jatuhnya Mental Anak Indonesia

REP | 16 April 2013 | 21:26 Dibaca: 1152   Komentar: 1   0

memang riskan melihat kondisi pendidikan indonesia saat ini buruknya kinerja bsnp (badan standar nasional pendidikan) yg terkesan ogah ogahan dalam mengurus UN 2013 ini. saya yang baru 2 tahun yg lalu lulus masih belum hilang rasa deg degan karena Ujian yang berat ini (UN) seharusnya pemerintah lebih memperhatikan perasaan siswa sekolah karena menggantungkan kelulusan mereka dengan ditambah buruknya kertas LJK yang mungkin membuat mereka gagal karena teknis. saya pun tidak terima jika harus gagal dengan cara seperti itu.
saya tau saya mengerti UN ini adalah proyek pengadaan kertas yang nilainya sangat besar maka dari itu pemerintah tetap bersikukuh mengadakan UN dengan kondisi apapun.
satu yang saya minta dengan pemerintah mohon jangan korbankan masa depan bangsa ini dengan kesalahan kesalahan yang tidak penting jangan buat mereka anak anak sekolah kehilangan kepercayaan terhadap pendidikan di negeri ini. kita semua butuh ilmu UN bukanlah cara untuk menentukan kelulusan tapi harusnya hanya menjadi alat ukur standarisasi nilaibdi negeri ini.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Cara Cermat Buang Sampah, yang Mungkin Dapat …

Tjiptadinata Effend... | | 21 October 2014 | 21:18

Rupiah Tiada Cacat …

Loved | | 17 October 2014 | 17:37

Ayo, Tunjukkan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24

Ekspektasi Rakyat terhadap Jokowi …

Fitri.y Yeye | | 21 October 2014 | 10:25

Apakah Kamu Pelari? Ceritakan di Sini! …

Kompasiana | | 25 September 2014 | 11:05


TRENDING ARTICLES

Pak Prabowo, Sikap Anda Merusak Isi Kepala …

Eddy Mesakh | 12 jam lalu

Jamberoo itu Beda Total dengan Jambore …

Roselina Tjiptadina... | 13 jam lalu

Anda Tidak Percaya Alien, Maka Anda Sombong …

Zulkifli Taher | 13 jam lalu

Anfield Crowd, Faktor X Liverpool Meredam …

Achmad Suwefi | 14 jam lalu

Ajari Anak Terampil Tangan dengan Bahan Alam …

Gaganawati | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Fadli Zon dan Hak Prerogatif Presiden …

Phadli Hasyim Harah... | 7 jam lalu

Hobi Membaca Mengantarku ke Tanah Suci …

Agung Han | 7 jam lalu

Rumah Transisi, Tim Perumus Atau Tim …

Thamrin Dahlan | 7 jam lalu

Perubahan Adalah Sebuah Keharusan Puskesmas …

Ramluddin Ram | 7 jam lalu

Sebuah Teks Refleksi Atas Sebuah Teks …

Adica Wirawan | 7 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: