Back to Kompasiana
Artikel

Metro

Faisal Efendi

" Linguis negeri padi "

Perekat Bisa Jadikan Seseorang Tamat

REP | 08 June 2013 | 20:19 Dibaca: 418   Komentar: 0   1

Ancaman akan bahaya narkoba sangatlah nyata di dalam kehidupan kita, tidak hanya artis dan orang-orang berkelas saja yang kedapatan menkonsumsi narkoba, akan tetapi barang haram itu juga dapat menggerogoti seluruh elemen masyarakat, dari kelas teri sampai kelas kakap. Mengingat ancaman narkoba yang sangat membahayakan itu membuat BNN semakin ketat dalam mengawasi peredaran narkoba yang ada di indonesia ini, bahkan tidak segan-segan menjerat pasal kepada pengedar maupun para konsumen obat-abatan berbahaya itu tanpa pandang bulu.
Namun perlu juga kita ketahui, bahwa sesungguhnya selain ancaman narkoba juga terdapat ancaman yang lebih besar lagi bagi seluruh anak bangsa indonesia, tanpa kita sadari, bahwa penyalahgunaan sebuah barang dengan tidak tepat dapat juga berakibat fatal bagi para penggunanya, sepertihalnya penyalah gunaan Lem Aica Airbon dan sejenisnya. seperti Lem FOX. Dalam sebuah Lem Aica airbon tersebut terdapat napza, yaitu salah satu zat kimia yang apabila disuntikkan melalui urat darah ataupun dihirup melalui hidung akan dapat mengakibatkan kerusakan pada sistim syaraf dan organ-organ tubuh lainya seperti paru-paru jantung dan juga hati. Lalu bagaimana jadinya jikala Lem Aica Airbon itu dihirup melalui hidung oleh seseorang ?…. memang tidak bisa dipungkiri lagi bahwa keberadaan lem semacam itu telah menjadi sosok yang sangat menakutkan tentunya. Bagaimana tidak kalau keberadaan lem itu digunakan sebagai pengganti obat-obatan terlarang serta dampak negatif yang ditimbulkan dari lem yang mengandung zat kimia berbahaya itu tidak berbeda jauh dengan dampak negatif yang dihasilkan oleh narkoba, seperti lambatnya kerja otak dan sistim syaraf pusat, perubahan proses berpikir, hilang kontrol, depresi, problema kesehatan terutama rusaknya otak, ginjal, paru-paru bahkan dapat berujung pada kematian.
tradisi ngelem, saat ini semakin marak beredar diseluruh penjuru negeri khususnya melanda pada pelajar-pelajar dan juga generasi muda tanpa adanya kontrol dan pengawasan yang ketat, disamping itu juga untuk mendapatkan lem semacam lem FOX atau sejenisnya itu tidaklah sulit, melainkan sangatlah mudah sekali, karena keberadaanya sendiri legal ( sebagai lem ) cukup pergi ke toko dengan membawa uang 6000 rupiah saja sudah bisa membawa pulang sebuah lem, tanpa harus bertransaksi secara sembunyi-sembunyi seperti halnya bertransaksi narkoba. dalam mendapatkan sebuah lem yang bisa digunakan sebagai pengganti obat-obatan terlarang itu juga tidaklah harus beresiko dengan hukum. Disinilah titik yang sangat jelas bahwa dengan adanya kesalahan penggunaan lem yang mengadung zat kimia berbahaya itu masa depan anak bangsa semakin terancam, bahkan bahaya itu dapat melebihi sebuah narkotika yang kerap ditentang keberadaanya.
Sampai saat ini BNN beserta kepolisian dan juga masyarakat telah bekerja sama untuk memberantas narkoba dan menjadikan anak bangsa yang free narkoba, dengan berbagai upaya yang telah dilakukan mulai dari penyuluhan akan bahaya narkoba, pencegahan sampai pada hukuman bagi pengedar maupun pemakai. Semua itu memang upaya yang sangat bagus, akan tetapi mengapa hanya narkoba saja ?.. why only drug’s alone ? .. bukanya penyalah gunaan Lem Aica Airbon yang tidak tepat itu justru akan lebih berbahaya dibandingkan dengan narkoba ? .. bisa kita bayangkan kalau sebuah lem bisa didapatkan dimana-mana dengan harga yang relatif murah, siapapun bisa mendapatkan lem semacam itu tanpa harus bersusah payah. Lem semacam itu juga telah digunakan sebagai sekunderitas obat-obatan terlarang. Mereka yang takut akan jeratan hukuman dari penyalahgunaan dan tidak mempunyai uang yang cukup untuk memberi barang haram semacam narkoba cenderung mengambil jalan pintas dengan mengkonsumsi Lem Aica Airbon.
Sungguh ironis kalau Lem Aica Airbon yang ada di indonesia ini kebanyakan telah dikonsumsi oleh para pelajar dan juga anak-anak muda hanya Karena kurangnya pengawasan dari orang tua dan juga pihak yang berwenang, sehingga dengan bebasnya mereka menkonsumsi lem yang mengandung zat berbahaya itu. Hal ini sangatlah miris jika BNN maupun pihak yang berwajib selalu berteriak dengan lantang bahwa indonesia harus bebas dari narkoba, apalah arti dari semua itu kalau narkoba dibekukakan, sedangkan tradisi ngelem masih tetap berjalan. Yang lebih ironisnya lagi adalah penyalah gunaan lem tersebut banyak dijumpai pada generasi muda, bukanya generasi muda adalah ujung tombak suatu bangsa, dan bagaimana jika generasi muda kehilangan masa depan karena kecanduan dengan lem yang telah dihisapnya. Satu kalimat yang memang pantas untuk kita pertanyakan “ why only drugs alone “ ya ! mengapa hanya narkoba saja yang harus ditentang keberadaanya, bagaimana dengan anak-anak muda yang menkonsumsi lem ?.
Hal ini sangat diperlukan langkah yang pasti dari orang tua maupun pihak-pihak yang berwenang untuk mengatasi tradisi ngelem yang kian melanda anak bangsa, walaupun itu sulit karena tidak mungkin membekukan sebuah lem seperti narkoba agar tidak dikonsumsi, akan tetapi setidaknya bisa melarang keras kepada generasi muda agar tidak membudayakan tradisi ngelem atau bisa menjatuhi hukuman bagi para pemakainya.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Melongok Dapur Produksi Pesawat Boeing …

Bonekpalsu | | 20 December 2014 | 07:30

Merenungkan Sungai dalam Mimpi Poros Maritim …

Subronto Aji | | 20 December 2014 | 09:46

Ayo Tulis Ceritamu untuk Indonesia Sehat! …

Kompasiana | | 25 November 2014 | 21:46

Salah Penggunaan, Bubuk Protein Potensi …

Novia Cristi | | 20 December 2014 | 07:13

Tulis Ceritamu Membangun Percaya Diri Lewat …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 14:07


TRENDING ARTICLES

Salahkah Menteri Rini Menjual Gedung BUMN? …

Daniel Setiawan | 4 jam lalu

Hati Lembut Jokowi Atas Manuver Ical …

Mas Wahyu | 5 jam lalu

Hebat, Pemerintah Sanggup Beli Lumpur …

Erwin Alwazir | 9 jam lalu

Mau Lihat Orang Jepang Antri Di Pom Bensin? …

Weedy Koshino | 12 jam lalu

Talangi Lapindo, Trik Jokowi Jinakan …

Relly Jehato | 14 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: