Back to Kompasiana
Artikel

Metro

Pakde Kartono

Sayang istri, sayang anak, makanya disayang Allah

Ahok Sewot dan Marah Seperti Ibu-ibu

OPINI | 13 June 2013 | 18:38 Dibaca: 1364   Komentar: 42   5

Jokowi dan Ahok sejak awal bekerja sebagai gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta sudah sepakat bagi-bagi tugas. Sebagai Gubernur, tugas Jokowi adalah blusukan ke seluruh penjuru DKI Jakarta agar bisa mengetahui dan melihat secara langsung permasalahan dan kebutuhan warga Jakarta, hal ini sekaligus menjalankan nasehat orang tua ‘Tak kenal maka tak sayang.’

Hasil blusukan kemudian dirapatkan dan dibahas dengan segenap pejabat terkait di kantor balaikota DKI Jakarta, untuk kemudian program yang ditetapkan untuk mengatasi permasalahan yang ditemukan Jokowi, dijalankan di lapangan oleh wakil gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Bila perlu Ahok mengeluarkan jurus andalan, marah-marah dan ngomel-ngomel seperti seorang istri yang suaminya pulang pagi tanpa keterangan jelas, bukan bawa uang malah bawa anak gadis orang.

Sewot, Marah-marah dan ngomel-ngomelnya Ahok yang terbaru adalah kepada pengelola Kebun Binatang Ragunan, yang menurut Ahok tidak becus. Ahok mengatakan : “Kami berpikir Ragunan memang dikelolah pihak yang tidak becus, dikelolanya nggak bener. Kita subsidi Rp40 miliar lebih, tapi kondisi Ragunan tidak jelas, makanya kami akan lihat. Kami sudah niat masuki beberapa orang untuk diganti, sistem pengelolaannya harus diganti, bayangkan, di tengah kota Jakarta ada 120 hektar, ini luar biasa Ragunan itu. Jadi kelolanya enggak benar, kalah sama Surabaya.”

Waduh, rupanya darah tinggi Ahok sedang kumat, sampai sewot dan marah-marah ke pengelola kebun binatang Ragunan. Rupanya Amnesia Ahok juga sedang kumat, sampai lupa bahwa memang tidak ada aparat pemerintah di DKI Jakarta yang becus kerjanya. Coba sebutkan siapa aparat Pemda DKI Jakarta yang becus kerjanya di jaman Sutiyoso dan Foke? Bingung sendiri kan? Memang gak ada jawabannya.

Gak usah jauh-jauh, lihat saja setiap hujan deras, gak lama jalanan utama DKI Jakarta akan tergenang, sehingga kemacetan parah tak terhindarkan, itu dikarenakan banyak hal, antara lain : saluran air mampet karena sampah, pendangkalan danau/situ/muara tempat penampungan air dll. Saat hujan turun yang seharusnya menjadi berkah, apalagi di bulan Juni ini, bulan lahirnya kota Jakarta. Jalanan macet dan banjir itu menjadi tanggung jawab gubernur, walikota, camat, lurah, dinas pekerjaan umum, DLLAJR, dinas kebersihan, dinas perairan dll. Banjir dan Macet yang gak beres-beres padahal Jakarta sudah dipimpin oleh Ahlinya, yaitu Foke, akhirnya diwariskan ke Jokowi-Ahok.

Saran saya sih, daripada Ahok sewot, marah-marah dan repot-repot urusin Ancol agar kalahkan pulau sentosa di Singapura, atau urusin Ragunan agar bisa ada safari night seperti taman safari Cisarua dan singapore zoo, lebih baik Ahok siap-siap cari sosok wakil gubernur yang pas mantab, siapa tau Jokowi ikut pilpres 2014 dan menang, Ahok kan otomatis akan naik jadi gubernur DKI Jakarta.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Airin Menjawab Kritik Kinerja [HUT ke-6 Kota …

Gapey Sandy | | 26 November 2014 | 07:09

Situ Bungur dalam “CMORE” (HUT …

Agung Han | | 26 November 2014 | 07:13

Waduh! Denda 5000€ Untuk Rumah Bercat …

Gaganawati | | 26 November 2014 | 19:06

The Hunger Games-Reality Show? …

Iwan Permadi | | 26 November 2014 | 17:39

“Share Your Dreams” dengan Paket …

Kompasiana | | 26 November 2014 | 11:24



HIGHLIGHT

Jangan Bakar Jembatan …

Bonekpalsu | 7 jam lalu

Kios Pasar Pon Diperjual Belikan Oknum …

Fajar Agustyono | 7 jam lalu

Kuda-kuda yang Terluka …

Feri Sapran | 8 jam lalu

Dari Desa untuk Bangsa: Sinergi Kepemimpinan …

Mamang Haerudin | 9 jam lalu

BBM Naik, Pelayanan SPBU Pertamina …

Jonatan Sara | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: