Back to Kompasiana
Artikel

Metro

Pakde Kartono

Sayang istri, sayang anak, makanya disayang Allah

PKL Tanah Abang: Sikap Ahok = Firaun

OPINI | 16 July 2013 | 15:24 Dibaca: 2886   Komentar: 131   11

Wakil gubernur DKI Jakarta kembali membuat berita terkait kata-katanya yang ceplas ceplos seperti orang gak makan bangku sekolahan dalam menghadapi unjuk rasa Pedagang Kaki Lima (PKL) Pasar Tanah Abang yang menolak dipindahkan ke Blok G. Pedagang yang dipindahkan adalah yang tidak memiliki KTP DKI Jakarta, Ahok berpendapat mereka berlagak di Jakarta dan membuat jalanan menjadi macet parah. Ahok mengatakan “Sekarang, dia PKL-nya KTP DKI atau non-DKI? Non kan. Enggak ada yang menyuruh mereka berdagang di sini. Makanya jangan berlagak di sini.” Mereka berdagang untuk mencari sesuap nasi, untuk makan dan membayar sekolah anak-anak, tuk penghidupan yang lebih baik, mereka berdagang untuk menyambung hidup bukan disuruh-suruh oleh pemprov DKI Jakarta, mudah-mudahan Ahok memahami hal tersebut.

Sikap tegas Ahok terhadap pedagang yang tidak berKTP DKI Jakarta menuai protes. Salah seorang PKL yang unjuk ras, Aminah, mengatakan : “Sikap Ahok sama dengan Firaun.” Aminah mengatakan hal tersebut berkaitan dengan sikap Ahok yang tak peduli dan cenderung menindas rakyat kecil, kejam dan tanpa kompromi, padahal di Indonesia segala sesuatu biasa dibicarakan baik-baik, bila ada masalah diselesaikan secara musyawarah untuk mufakat sesuai falsafah dasar negara Indonesia, Pancasila.

Dikatakan sikapnya sama dengan Firauan, Ahok dengan enteng menjawab : “Sekarang begini deh, emang lo kira gampang dilahirkan jadi Firaun?”

Waduh, terhadap rakyat kecil, pedagang kaki lima, Ahok koq jawabnya kaya orang emosi, pake kata-kata ‘lo’ segala. Ahok seperti bicara kepada keluarganya aja atau kepada teman-temannya, seperti kata-kata di iklan televisi, “Elo, Gue, End.”

Saya koq mendengarnya kurang sopan yah? Apa kuping saya yang terlalu sensitif. Sebagai orang jawa, seperti gubernur DKI Jakarta asal surakarta yang terkenal halus tutur katanya, Jokowi. Orang jawa punya berbagai tingkatan bahasa, perlu membedakan gaya bicara dan sebutan kepada orang tua dan orang muda, kepada rakyat dan kepada teman/keluarga dll.

Jika cara Ahok memperlakukan rakyat seperti itu, emosi atas kritik yang disampaikan, dan melaksanakan kebijakan dengan tegas dan tanpa sosialisasi dan kompromi, dan berpihak kepada pedagang besar, saya kuatir omongan PKL aminah menjadi benar adanya, bahwa sikap Ahok sama dengan Firaun. Firauan kan kejam ke rakyat Mesir, tanpa kompromi.

Selamat sore Indonesia

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Perkembangan Wayang Kulit di Ponorogo …

Nanang Diyanto | | 02 March 2015 | 14:55

Jokowi & Amanat UU Pangan …

Ilyani Sudardjat | | 02 March 2015 | 16:10

Masa Depan Hubungan Korut - Tiongkok …

Dasman Djamaluddin | | 02 March 2015 | 16:12

Cinderella dan Utopia Hidup Bahagia …

Saumiere | | 02 March 2015 | 15:47

Cara Nyaman, Aman, dan Sehat Tetap Langsing …

Ellen Maringka | | 02 March 2015 | 14:03


TRENDING ARTICLES

Nasi Aking dan Beras Busuk Untuk Jokowi …

Felix | 9 jam lalu

Amin Rais “Jegal” Hatta Rajasa, …

Gunawan | 11 jam lalu

Irine Sukandar Ukir Sejarah Bagi Indonesia! …

Jimmy Haryanto | 12 jam lalu

Ahok (Memilih) Melawan Sendirian Lawan …

Paklek Nasrurhanif | 12 jam lalu

Syahrini Saksi Kunci Hubungan Feriyani Lim …

Edi Abdullah | 13 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: