Back to Kompasiana
Artikel

Metro

Katedrarajawen

"Merindukan Pencerahan Hidup Melalui Dalam Keheningan Menulis" ______________________________ Saat berkarya, kau adalah seruling yang melalui hatinya bisikan selengkapnya

Jokowi-Ahok Harus Berhasil Menata Pasar Tanah Abang

OPINI | 24 July 2013 | 15:28 Dibaca: 944   Komentar: 22   5

Yang menjadi tantangan bagi Gubernur-Wakil Gubernur Jakarta, Jokowi-Ahok saat ini adalah program penataan Pasar Tanah Abang yang semberawut mengakibatkan kemacetan yang luar biasa.

Dimana para pedagang kaki lima (PKL) menguasai sebagian besar jalanan seperti milik emaknya untuk berjualan. Tanah Abang memang beda, sehingga gubernur sebelumnya menyerah untuk menata.

Terbukti daerah Glodok di Jakarta Barat, Pasar Jatinegara di Jakarta Timur dan Pasar Minggu di Jakarta Selatan yang sebelumnya terkenal dengan kemacetan karena banyaknya PKL yang berjualan di jalanan. Bila mau jujur sudah ada perubahan pada jamannya Foke.

Melihat upaya dan strategi yang dilakukan Jokowi-Ahok, ada optimisme bahwa penataan akan berjalan baik.

Ahok sudah turun ke lapangan. Jokowi pun sudah. Blok G yang menjadi tempat relokasi juga sudah ditata. Akses menuju ke sana sudah dibenahi.

Gebrakan Jokowi-Ahok memang tidak tanggung-tanggung untuk menata Pasar Tanah Abang ini. Karena mempertaruhkan reputasi keduanya.

Jokowi sudah memberi toleransi untuk para PKL berdagang sampai Lebaran seperti keinginan mereka.

Preman-preman yang menguasai Pasar Tanah Abang juga sudah didata. Karena program relokasi ini ada sangkut paut dengan bisnis mereka.

Demi untuk kelancaran dan keamanan,Jokowi sudah berkoordinasi dengan Pangdam dan Kapolda. Kalau ada preman atau PKL yang macam-macam urusannya adalah dengan hukum.

Ibarat kata, apapun yang terjadi Jokowi-Ahok harus berhasil dengan program penataan Tanah Abang ini. Karena kalau di Tanah Abang berhasil, maka untuk wilayah lainnya tinggal mengikuti.

Tentu Jokowi-Ahok tidak gentar menghadapi persoalan ini. Sebab program ini pasti lebih banyak didukung masyarakat yang ingin perubahan.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Tertangkapnya Polisi Narkoba di Malaysia, …

Febrialdi | | 01 September 2014 | 06:37

Menjelajahi Museum di Malam Hari …

Teberatu | | 01 September 2014 | 07:57

Memahami Etnografi sebagai Modal Jadi Anak …

Pebriano Bagindo | | 01 September 2014 | 06:19

Kompas TV Ramaikan Persaingan Siaran Sepak …

Choirul Huda | | 01 September 2014 | 05:50

Ikuti Blog Competition Sun Life dan Raih …

Kompasiana | | 30 August 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

BBM Bersubsidi, Menyakiti Rakyat, Jujurkah …

Yunas Windra | 5 jam lalu

Rekayasa Acara Televisi, Demi Apa? …

Agung Han | 6 jam lalu

Salon Cimey; Acara Apaan Sih? …

Ikrom Zain | 6 jam lalu

Bayern Munich Akan Disomasi Jokowi? …

Daniel Setiawan | 7 jam lalu

Kisah Ekslusive Tentang Soe Hok Gie …

Tjiptadinata Effend... | 9 jam lalu


HIGHLIGHT

Belajar Tertib Anak-anak Jepang di Taman …

Weedy Koshino | 7 jam lalu

9 Kompasianer Bicara Pramuka …

Kompasiana | 8 jam lalu

Dilarang Parkir Kecuali Petugas …

Teberatu | 8 jam lalu

Ini Kata Rieke Dyah Pitaloka …

Uci Junaedi | 8 jam lalu

‘Royal Delft Blue’ : Keramik …

Christie Damayanti | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: