Back to Kompasiana
Artikel

Metro

Katedrarajawen

"Merindukan Pencerahan Hidup Melalui Dalam Keheningan Menulis" ______________________________ Saat berkarya, kau adalah seruling yang melalui hatinya bisikan selengkapnya

Jokowi-Ahok Harus Berhasil Menata Pasar Tanah Abang

OPINI | 24 July 2013 | 15:28 Dibaca: 942   Komentar: 22   5

Yang menjadi tantangan bagi Gubernur-Wakil Gubernur Jakarta, Jokowi-Ahok saat ini adalah program penataan Pasar Tanah Abang yang semberawut mengakibatkan kemacetan yang luar biasa.

Dimana para pedagang kaki lima (PKL) menguasai sebagian besar jalanan seperti milik emaknya untuk berjualan. Tanah Abang memang beda, sehingga gubernur sebelumnya menyerah untuk menata.

Terbukti daerah Glodok di Jakarta Barat, Pasar Jatinegara di Jakarta Timur dan Pasar Minggu di Jakarta Selatan yang sebelumnya terkenal dengan kemacetan karena banyaknya PKL yang berjualan di jalanan. Bila mau jujur sudah ada perubahan pada jamannya Foke.

Melihat upaya dan strategi yang dilakukan Jokowi-Ahok, ada optimisme bahwa penataan akan berjalan baik.

Ahok sudah turun ke lapangan. Jokowi pun sudah. Blok G yang menjadi tempat relokasi juga sudah ditata. Akses menuju ke sana sudah dibenahi.

Gebrakan Jokowi-Ahok memang tidak tanggung-tanggung untuk menata Pasar Tanah Abang ini. Karena mempertaruhkan reputasi keduanya.

Jokowi sudah memberi toleransi untuk para PKL berdagang sampai Lebaran seperti keinginan mereka.

Preman-preman yang menguasai Pasar Tanah Abang juga sudah didata. Karena program relokasi ini ada sangkut paut dengan bisnis mereka.

Demi untuk kelancaran dan keamanan,Jokowi sudah berkoordinasi dengan Pangdam dan Kapolda. Kalau ada preman atau PKL yang macam-macam urusannya adalah dengan hukum.

Ibarat kata, apapun yang terjadi Jokowi-Ahok harus berhasil dengan program penataan Tanah Abang ini. Karena kalau di Tanah Abang berhasil, maka untuk wilayah lainnya tinggal mengikuti.

Tentu Jokowi-Ahok tidak gentar menghadapi persoalan ini. Sebab program ini pasti lebih banyak didukung masyarakat yang ingin perubahan.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

[Pileg] Pertarungan antar “Kontraktor …

Syukri Muhammad Syu... | | 23 April 2014 | 22:57

Sebenarnya, Berapa Sih Jumlah Caleg Gagal di …

Politik 14 | | 23 April 2014 | 14:46

Ini yang Penting Diperjelas sebelum Menikah …

Ellen Maringka | | 23 April 2014 | 13:06

Bumiku Sayang, Bumiku Malang …

Puri Areta | | 23 April 2014 | 16:46

Kompasiana Menjadi Sorotan Pers Dunia …

Nurul | | 22 April 2014 | 19:06


TRENDING ARTICLES

Hotma Paris Hutapea dan Lydia Freyani …

Zal Adri | 19 jam lalu

Jokowi, Prabowo, dan Kurusetra Internet …

Yusran Darmawan | 21 jam lalu

Wuih.. Pedofilia Internasional Ternyata …

Ethan Hunt | 22 jam lalu

Bukan Hanya BCA yang Menggelapkan Pajak …

Pakde Kartono | 23 jam lalu

Kasus Hadi Poernomo, Siapa Penumpang …

Sutomo Paguci | 24 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: