Back to Kompasiana
Artikel

Metro

Lud

President of International YCW, Husband, Father, Legal Consultant, Family Consultant...

Mengapa Lurah Kristen (Non Muslim) Ditolak?

OPINI | 22 August 2013 | 21:17 Dibaca: 4836   Komentar: 80   21

1377180992611777761

Susan Jasmine Zulkifli, Lurah Lenteng Agung (The Jakarta Post)

Semoga tulisan ini tidak membuat keadaan makin gaduh. Mendengar sikap warga Lenteng Agung yang meolak Susan Jasmine Zulkifli sebagai Lurah karena agamanya Kristen cukup bagi saya untuk prihatin mendalam atas kelanjutan bangsa Indonesia yang besar.

Pertanyaannya adalah, “Mengapa Lurah Kristen (non muslim) ditolak?

Saya cukup yakin beliau terpilih sebagai Lurah bukan karena agamanya Kristen melainkan karena kapasitas sebagai aparatur negara dinilai oleh atasannya mampu melakukan tugas sebagai Lurah di Lenteng Agung. Lelang yang diadakan pemerintah DKI adalah proses yang sangat fair dan tidak diskriminatif.

Saya coba menduga-duga beberapa alasan mengapa warga menolak dipimpin orang Kristen (non muslim) bisa jadi antara lain:

  • Ada aliran Islam tertentu yang didoktrin untuk tidak bergaul dengan orang Kristen yang mereka percayai kafir. Sepertinya mereka percaya bahwa haram hukumnya jika orang Islam dipimpin oleh orang Kristen. Kalau ini benar, rasanya cukup sulit untuk diubah. Perlu ada perubahan dan penafisran mendasar atas doktrin itu dan perlahan-lahan mempromosikan Islam yang damai, penuh kasih dan tidak diskriminatif.
  • Kalau alasanya warga mayoritas harus dipimpin mayoritas juga, kedengarannya itu cukup fair namun bagi saya bukanlah yang terbaik. Karena tanggung jawab tidaklah pas jika didasarkan oleh agama, namun hendaknya berdasar atas kapasitas seseorang dalam memimpin.
  • Kemungkinan lain, propaganda negatif terhadap Kristen (non-muslim) yang terus-menerurs disuarakan oleh kelompok Islam radikal cukup mampu memperngaruhi sebagian kecil warga. Propaganda negatif dengan mengutif ayat-ayat kitab suci menjadi sangat buruk dampaknya bagi kelangsungan hidup bernegara dan berbangsa.

Entahlah, sampai hari inipun saya tetap bingung mengapa orang Kristen dibenci oleh sebagian kecil Islam. Hanya teman-teman Islam yang membecilah yang tahu.

Saya coba runut sejarah Israel-Palestina karena saya sering mendengar dan membaca bahwa Israel adalah negara jahat di mata Islam, Israel ada Zionist yang harus dibasmi dari muka bumi. Terus apa hubungannya dengan kerukunan umat beragama di Indonesia khusunya Islam dan Kristen?

Saya terus merenung, di negara kita banyak sekali korupsi, banyak kejahatan, masalah ekonomi dan politik menantang kita untuk dicarikan jalan keluar tetapi di sisi lain sebagian warga dan pejabat malah sibuk mempermasalahkan perbedaan agama, ngurusi keperawanan dan hal-hal lain yang kurang signifikan.

Saya minta maaf kalau tulisan ini menganggu keharmonisan, saya hanya ingin agak jelas dalam menyebut dan mencari akar permasalahan, harapannya Islam dan non Islam di Indonesia bisa hidup rukun berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Amin, Amin Ya Rabbal ‘Alamin.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Prof. Suhardi & Kesederhanaan Tanpa …

Hazmi Srondol | | 02 September 2014 | 11:41

Yakitori, Sate ala Jepang yang Menggoyang …

Weedy Koshino | | 02 September 2014 | 10:50

Hati-hati Menggunakan Softlens …

Dita Widodo | | 02 September 2014 | 08:36

Marah, Makian, Latah; Maaf Hanya Ekspresi! …

Sugiyanto Hadi | | 02 September 2014 | 02:00

Masa Depan Timnas U-19 …

Kompasiana | | 01 September 2014 | 21:29


TRENDING ARTICLES

Gunung Padang, Indonesia Kuno yang …

Aqila Muhammad | 4 jam lalu

Halusinasi dan Penyebabnya, serta Cara …

Tjiptadinata Effend... | 5 jam lalu

Vonis Ratu Atut Pamer Kekuatan Mafia Hukum …

Ninoy N Karundeng | 6 jam lalu

3 Langkah Menjadi Orang Terkenal …

Seneng Utami | 8 jam lalu

Koalisi Merah Putih di Ujung Tanduk …

Galaxi2014 | 10 jam lalu


HIGHLIGHT

Presiden SBY dan Koalisi Merah Putih …

Uci Junaedi | 8 jam lalu

Menyaksikan Sinta obong di Yogyakarta …

Bugi Sumirat | 8 jam lalu

Mengapa Plagiarisme Disebut Korupsi? …

Himawan Pradipta | 9 jam lalu

Prof. Suhardi & Kesederhanaan Tanpa …

Hazmi Srondol | 9 jam lalu

Siapa Ketua Partai Gerindra Selanjutnya? …

Riyan F | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: